Equityworld Futures – Harga minyak jatuh sekitar 1 persen pada penutupan perdagangan kemarin dan tetap bergeming hari ini (10/8) meski Venezuela dikabarkan tengah menggalang dukungan untuk mensukseskan pertemuan negara-negara produsen minyak anggota OPEC dan non-OPEC. Spekulasi akan dicapainya kesepakatan pengendalian output minyak baru memudar dan pasar kini justru mengantisipasi akan jatuhnya lagi harga minyak.

Minyak Venezuela - ilustrasi

Minyak mentah AS West Texas Intermediate ditutup turun 0.6% ke harga $42.77 per barel tadi malam, dan kini berada di kisaran $42.70. Sementara minyak Brent melorot 1 persen dalam semalam ke harga $44.98 dan sekarang bergerak pada $44.92 per barel.

Trader yang diwawancarai Reuters mengatakan bahwa pasar dibebani oleh limpahan surplus minyak mentah yang membuncah, berikut produk-produk Bahan Bakar Minyak hasil pengilangan. Pasalnya, data American Petroleum Institute menunjukkan peningkatan timbunan minyak mentah di AS sebanyak 2.1 juta barel dalam sepekan yang berakhir tanggal 5 Agustus, padahal analis mengekspektasikan penurunan 1 juta barel. Harga minyak pun kehilangan momentum yang sebelumnya muncul berkat spekulasi akan digelarnya diskusi baru tentangpengendalian output oleh negara-negara OPEC dan non-OPEC.

“Minyak melandai karena ronde baru diskusi pembekuan (levek) produksi oleh OPEC gagal membangkitkan gairah investor. Kenaikan forecast EIA akan produksi minyak AS juga membebani sentimen. EIA kini mengharapkan output AS untuk mencapai 8.31 juta barel per hari pada 2017, naik dari forecast sebelumnya 8.2 juta barel per hari (yang disebutkan EIA) pada bulan Juli,” demikian diungkapkan oleh ANZ Bank pagi ini.

Sementara itu, Venezuela yang negaranya tengah menderita krisis ekonomi berat akibat harga minyak kelewat murah, kini sedang menggalang dukungan untuk diadakannya diskusi antar produsen guna mengambil suatu tindakan signifikan yang bisa menaikkan harga minyak. Menteri Perminyakan Eulogio del Pino mengatakan, “Kami sedang aktif mempromosikan pertemuan antar (negara) produsen, yang kami estimasikan bisa dilaksanakan dalam beberapa pekan mendatang, sehingga negara-negara OPEC dan non-OPEC bisa duduk bersama untuk melihat seperti apa skenario untuk musim dingin ini.”

Ini bukan pertama kalinya Venezuela merintis diskusi seperti ini. Pada bulan April, Venzuela, bersama Qatar, Rusia, dan Arab Saudi, telah menggelar pertemuan serupa tanpa membuahkan hasil signifikan. – Equity world Futures