Vivo perkenalkan dua smartphone serba cepat, V3 dan V3Max

Jakarta (ANTARA News) – Produsen smartphone global, Vivo, pada Kamis di Jakarta secara resmi memperkenalkan dua smartphone terbaru mereka, V3 dan V3Max, yang mulai tersedia di pasaran pada Juni.

“Hari ini kami memperkenalkan dua produk terbaru kami V3 dan V3Max, yang mengusung semangat lebih ngebut dari cepat,” kata CEO Vivo Indonesia, Duran Dong.

Lima fitur kecepatan utama dijadikan andalan V3 dan V3Max, yakni dalam hal pengisian daya, pengenalan sidik jari, operasi, pengambilan gambar serta fitur sembari nan pintar.

Untuk dapur pacunya V3Max diperkuat prosesor Qualcomm Snapdragon 652 delapan inti 4 GB yang diyakini dapat meningkstkan stabilitas dan kecepatan performanya. Sementara V3 mengusung Qualcomm MssM8389v2 Snapdragon 616 empat inti Cortex-A53 1,5 GHz dan empat inti Cortex-A53 1,0 GHz dengan RAM 3 GB.

Dalam hal pengisian daya, keduanya diklaim hanya membutuhkan pengisian selama lima menit untuk pemakaian pemutaran musik selama dua jam. V3Max memiliki baterai berukuran 3.000 mAh, sedangkan V3 berkapasitas 2.550 mAh.

Sementara untuk fitur pengenalan sidik jari produk baru tersebut mengusung kecepatan mode 360 derajat yang mampu membaca sidik jari dalam tempo 0,2 detik sejak disentuh.

Fitur kecepatan pengambilan gambar membuat kamera keduanya dapat menangkap dalam 0,7 detik disertai teknologi PDAF yang membuat pemilihan fokus responsif dalam 0,2 detik.

Sedangkan fitur sembari nan pintar alias Smart Split, memberikan keleluasaan pengguna untuk menonton layanan video sembari membalas pesan dengan mudah.

Meski baru tersedia di pasaran pada Juni, baik V3 maupun V3Max sudah bisa dipesan melalui laman belanja daring blibli.com hingga 10 Juni 2016.

Selama masa tersebut, blibli.com juga menawarkan cicilan hingga 24 bulan untuk sejumlah bank tertentu.

V3 ditawarkan dengan banderol Rp3.499.000, sementara V3Max seharga Rp4.999.000.

Untuk pemesanan V3 dan V3Max di blibli.com hingga 10 Juni 2016 terdapat edisi khusus bertanda tangan duta merek Vivo, Agnez Mo, yang hasil penjualannya akan disumbangkan kepada Yayasan Indonesia Mengajar.