Equityworld Futures – Nilai Yen menanjak terhadap Euro dan indeks Dolar meninggi, sementara Pounds ambruk ke level terendahnya dalam lebih dari tiga dekade. Pasar uang kini tengah mengkhawatirkan meluasnya sinyal tekanan ekonomi akibat keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa.

Dollar dan Yen

Yen Jepang menyentuh level tertinggi dua pekan terhadap Dolar AS, sehingga secara keseluruhan mata uang negeri Sakura telah menguat sebanyak 18 persen terhadap greenback dalam tahun ini. Hal ini disinyalir tidak lepas dari munculnya kembali kekhawatiran terkait dampak Brexit, dimana ketidakpastian cenderung mendorong investor beralih ke aset-aset safe haven.

 

Ekonomi Inggris Kirim Sinyal Negatif

Data-data yang dirilis pasca Brexit hingga kini sejatinya tak terlalu buruk. Namun demikian, para investor menilainya sebagai sinyal-sinyal negatif karena khawatir laporan-laporan di masa depan bakal menunjukkan bukti-bukti pelemahan ekonomi Inggris yang bisa memicu dilakukannya pelonggaran moneter oleh Bank of England.

Apalagi, Gubernur BoE Mark Carney mengakui bahwa pihaknya tak bisa meredam keseluruhan dampak Brexit dan memperingatkan bahwa penghindaran risiko secara global bisa bertahan selama beberapa waktu.

Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solution Washington, mengatakan pada Reuters, “Konsekuensi Brexit membuat pemangkasan suku bunga Inggris pada musim panas menjadi benar-benar mungkin terjadi, memperparah sentimen negatif terhadap aset-aset yang berbasis di Inggris.”

 

Hindari Risiko

Yield Obligasi 10-tahunan Amerika Serikat yang merupakan salah satu pengukur penting bagi minat risiko pasar, terpantau jatuh ke level terendah. Sikap penghindaran risiko pula yang memicu penguatan nilai mata uang safe haven klasik Yen. USD/JPY kini diperdagangkan di kisaran 101.70 setelah sempat menyentuh 101.45 di sesi trading sebelumnya. Sementara itu, USD/CHF membubung hingga 0.9772 dan EUR/USD longsor ke 1.1068. EUR/JPY pun tergelincir sekitar 2 persen hingga 112.56 saat berita ini diturunkan.

Indeks Dolar (DXY) sempat mengendur setelah data pesanan barang pabrikan AS ternyata menurun 1 persen pada bulan Mei akibat lemahnya permintaan untuk alat transportasi dan pertahanan, tetapi kini telah beranjak dan berada di sekitar posisi terkuat bulan ini pada 96.209. – Equity world Futures