Lusaka (ANTARA News) – Wakil Presiden Zambia Guy Scott diangkat sebagai pemimpin sementara negara itu menyusul kematian Presiden Michael Sata. Ini membuat Scott menjadi kepala negara kulit putih pertama di Afrika sejak FW de Klerk di Afrika Selatan.

Menteri Pertahanan dan Kehakiman Edgar Lungu menyebut Scott akan berkuasa sampai pemilu yang akan diadakan dalam 90 hari ke depan.

“Dr Scott akan bertindak sebagai Presiden Republik Zambia sampai negara ini melaksanakan pemilihan presiden,” kata Lungu.

Pengumuman ini telah memupus kemungkinan krisis konstitusional yang membuat Lungu dan Scott bersaing memperebutkan kekuasaan.

Lungu, tokoh berkuasa dalam partai penguasa Front Patriot, sudah diangkat sebagai penjabat presiden oleh Sata ketika mendiang pemimpin ini pergi ke Inggris untuk menjalani perawatan medis.

Sata meninggal dunia Selasa kemarin di Rumah Sakit Edward VII, London, karena sakit yang tidak disebutkan.

“Pemerintah tetap utuh dan begitu pula Front Patriot sebagai partai. Kami akan terus meng-update keputusan yang dibuat berkaitan dengan hal ini,” kata Lungu.

Scott dan Lungu berasal dari faksi berbeda di dalam partai penguasa. Namun, Scott (70) tidak bisa menjadi presiden karena Konstitusi 1996 Zambia melarang seseorang yang berorangtua asing menjadi presiden.

Orang tua Scott berasal dari Skotlandia, demikian AFP.